Hallo balik lagi di artikelku yang kedua nih. Kali ini aku menulis biografi seorang tokoh hebat seniman yang sangat menginspirasi dan memotivasi generasi millenial dengan karyanya yang terkenal dan bagus, yuk simak agar kamu kaum muda juga tergugah hatinya untuk dapat sukses seperti beliau dalam bidang seni. Yuk langsung aja kenalin sosok hebat ini yaitu Bagong Kussudiardja.
Sosok Bagong Kussudiardja
Bagong Kussudiardja beliau adalah seorang penari, koreografer, pelukis dan aktor Indonesia. Waw hebat banget bukan beliau sangat mahir dalam dunia seni dan telah melahirkan atau menciptakan banyak karya yang berupa sketsa, lukisan, dan berbagai macam tarian, huuuhh sangat mengagumkan ya. Namun dalam tulisan ini saya ingin memfokuskan pada koreografer tarinya. Bagong Kussudiardja dilahirkan dari pasangan yang bernama R. B. Tjondro Sentono dengan Siti Aminah. Dan lahir pada 9 Oktober 1928 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan wafat pada tanggal 15 Juni 2004 di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Beliau menikah dengan Soetina, memiliki 3 anak laki-laki dan 4 anak perempuan yaitu Djaduk Ferianto, Butet Kartaredjasa, Ida Manutranggana Otok Bima Sidharta, Elia Gupita, Rondang Ciptasari.
Karir beliau dimulai
sejak tahun 1945, Beliau menyakinkan diri untuk mengembangkan pemahamannya
tentang seni klasik. Ia mempelajari tarian Jepang dan India. Awal mulai
karirnya sebagai penari Jawa Klasik di Yogyakarta pada tahun 1928-1949, dan
belajar seni melalui Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo, yang dipimpin oleh
Pangeran Tedjokusumo. Pada tahun 1957-1958, beliau berlatih di Amerika Serikat
di bawah asuhan Martha Graham seorang guru yang terkenal dengan teknik yang
mendobrak batasan-batasan kala itu. Setelah belajar di Amerika Serikat, Bagong
Kussudiardja menggabungkan gerakan-gerakan modern yang dipelajarinya untuk
mengangkat pamor tarian tradisional Indonesia. Bagong mendirikan Pusat Latihan
Tari atau PLT pada tanggal 5 Maret 1958 dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
pada tanggal 2 Oktober 1978. Karya yang telah diciptakan yaitu lebih dari 200
tari dalam bentuk tunggal atau massal. Karya tari yang beliaru ciptakan akan dikenang, dihargai dan abadi selamanya dalam dunia seni Indonesia.
Di antaranya karya tari yang diciptakan Bagong Kussudiardja yaitu Tari Layang-layang (1954), Tari Kuda-kuda (1953), Tari Ganyang Nekolim, Tari Igel-igelan, Tari Yapong, Tari Labako, Tari Satria Tangguh, Tari Tani, Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih (1968), dan Bedhaya Gendeng (1989) dan Guruh Gemuruh (2002).
Berikut Video dari Youtube channel Didikninithowok yaitu Tari Tani dan
Tari Satria salah satu karya Bagong Kussudiardja :
Tari Yapong merupakan salah satu karya Bagong Kussudiardja,
video dari Youtube channel budayanira
Beliau mendapatkan banyak penghargaan nasional maupun internasional diantaranya yaitu pada tahun 1985 menerima hadiah Seni Pemerintah RI, dan penghargaan Sri Paulus VI atas fragmennya Perjalanan Yesus Kristus pada tahun 1973. Pada tahun 1973 memperoleh Satya Lencana Dwija Setia. Pada Pameran Lukisan Asia Pasifik di Decca, memperoleh medali emas dari pemerintah Bangladesh pada tahun 1981. Di tahun 1985 menerima Hadiah Seni Pemerintah RI dan mendapatkan Art Award. Tahun 1987 mendapat Penghargaan ASEAN. Dan tahun 1988 mendapat Art Award dari Pemerintah Yogyakarta. Serta di tahun 1992 mendapat penghargaan dari Mentri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.
Dan pentas seni yang beliau adakan antara lain :
- Pada Desember 1984, Bagong memulai perjalanan lima bulan ke tujuh negara Eropa. Bersama 14 penari. Dan mengadakan 69 kali kegiatan yaitu pentas seni tari, seminar, lokakarya, pameran batik, dan demonstrasi melukis batik.
- Pada Hari Kebangkitan Nasional di Jakarta, 20 Mei 1985, ia mempertunjukkan Pawai Lintasan Sejarah Indonesia, didukung 710 penari dan figuran.
- Pada bulan Juni 1985, Bagong beserta 100 penari berada di pesisir pantai Parangtritis dengan Pentas tari kreasinya yang berjudul Kita Perlu Berpaling ke Alam dan Bersujud pada-Nya.
- Pada bulan Agustus 1985, ia bersama 15 penari pentas di Malaysia, membawakan tari Gema Nusantara, Igel-igelan, dan Ratu Kidul.
- Pada tanggal 5 Oktober 1985 di Jakarta, ia menampilkan Pawai Lintasan Sejarah ABRI yang melibatkan 8.000 seniman, militer, hansip dan veteran pada saat itu.